Bratawali
Bratawali adalah tumbuhan liar dapat ditemui dihutan, kebun atau ditanam oleh masyarakat sebagai tanaman obat keluarga. Bratawali merupakan tanaman yang menyukai tempat panas, termasuk perdu, memanjat, tinggi batang sampai 2,5 m. Batang sebesar jari kelingking, berbintil-bintil rapat rasanya pahit. Daun tunggal, bertangkai, berbentuk seperti jantung atau agak budar telur berujung lancip, panjang 7 – 12 cm, lebar 5 – 10 cm. Bunga kecil, warna hijau muda, berbentuk tandan semu. Untuk pengembangbiakan bratawali dapat dilakukan dengan stek.
Nama latin : Tinospora tuberculata Beumee
Nama daerah : Andowali; Antawali; Putrawali; Daun gadel
Deskripsi tanaman : Perdu memanjat. Batang sebesar jari manis, dengan banyak mata dan kutil, tidak beraturan, pahit, tidak keras dan berair. Daun berbentuk jantung atau panah dengan tangkai panjang dan besar. Bunga berwarna hijau muda, tiga seuntai dalam lembaga dan tidak sempurna. Buah terdapat dalam tandan berwarna merah muda
Habitat : Tumbuh liar di hutan dan di ladang
Bagian tanaman yang digunakan : Batang ; Daun
Kandungan kimia : Pikoretine; Alkaloida; Berberin; Columbine
Khasiat : Antipiretikum; Tonikum; Antiperiodikum; Diuretikum; Antidiabetik
Komposisi Brotowali
Bratawali memiliki komposisi kimia pada bagian batangnya sebagai berikut :
Sifat Kimia Dan Farmakologis Bratawali :
Pahit, sejuk. Menghilangkan sakit (Analgetik), penurun panas (antipiretik), melancarkan meridian.
Kandungan Kimia Bratawali
Alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid,zat pahit pikroretin, harsa, berberin dan palmatin. Akar mengandung alkaloid berberin dan kolumbin.
Manfaat Bratawali Untuk Pengobatan Herbal
Resep obat tradisional bratawali untuk rheumatik
1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Setelah dingindisaring, ditambah madu secukupnya, minum. Sehari 3 x 1/2 gelas.Resep obat tradisional bratawali untuk demam kuning (icteric)
1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 x 3/4 gelas.Resep obat tradisional bratawali untuk demam :
2 jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air, sampai menjadi 1 gelas. Setelah dingin, diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2x 1/2 gelas.Resep obat tradisional bratawali untuk mengobati kencing manis
1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 3/4 jari ± 6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum setelah makan, sehari 2 X 1 gelas.Resep obat tradisional bratawali untuk mengatasi kudis (scabies)
3 jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2 x.Resep obat tradisional bratawali untuk menyembuhkan luka
Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2 x perhari. Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang bratawali.


0 comments:
Post a Comment