Thursday, January 19, 2017

Temulawak

CURCUMAE RHIZOMA



Nama lain                            : Temu lawak, Koneng gede
Nama tanaman asal: Curcuma xanthorriza
Keluarga: Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi    : Minyak atsiri yang mengandung felandren dan tumerol, zat warna kurkumin, pati
Persyaratan kadar              : Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 8,2 % v/b
Penggunaan: Kolagoga, antispasmodika
Pemerian                              : Bau khas aromatik, rasa tajam, dan pahit
Bagian yang digunakan      : Kepingan akar tinggal
Yang perlu diperhatikan dari temulawak:
Info Herbal 336x280

* Waktu panen: Panenan dilakukan apabila daun dan bagian diatas yang sudah mengering. Untuk daerah yang musim kemaraunya jelas penanamannya dilakukan pada musim kemarau berikutnya. Di daerah yang banyak dan merata curah hujannya dan tidak jelas musim kemaraunya tanaman dapat dipanen pada umur 9 bulan atau lebih. Cara panen dilakukan dengan membongkar rimpang menggunakan garpu.
Syarat Temu lawak kering untuk ekspor sebagai berikut:
1. Warna:  Kuning jingga sampai coklat
2. Aroma:  Khas wangi aromatik
3. Rasa:  Pahit agak pedas
4. Kelembaban:  Maksimum 12 %
5. Abu: 3-7 %
6. Pasir: 1 %
7. Kadar minyak atsiri:  Minimal 5 %
*  Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik


Temu Lawak Untuk Hepatitis
Bahan ramuan temu lawak untuk hepatitis :
1. 30 gr Temulawak
2. 15 gr Sambiloto kering
3. 60 gr akar alang-alang
4. 800 cc air
Cara membuat ramuan temu lawak untuk hepatitis :
Cuci Temulawak dan iris tipis-tipis. Kemudian cuci Alang-alang,lalu rebus semua bahan sampai air tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum 2 kali sehari, masing-masing 200 cc. Lakukan selama 2 minggu berturut-turut.

Temu Lawak Untuk Asma
Bahan ramuan temu lawak untuk asma :
1. 1 1/2 rimpang Temulawak
2. Gula Aren secukupnya
3. 5 gelas air
Cara membuat ramuan temu lawak untuk asma :
Setelah dicuci, diiris tipis jemur Temulawak hingga kering. Lalu semua bahan tadi rebus hingga air tersisa 3 gelas. Setelah itu saring dan minum 3 kali sehari masing-masing segelas.

Temu Lawak Untuk Maag
Bahan ramuan temu lawak untuk maag :
1. 1 rimpang Temulawak
2. 5 gelas air
Cara membuat ramuan temu lawak untuk maag :
Setelah dicuci lalu iris tipis dan angin-anginkan selama beberapa waktu. Setelah itu rebus hingga mendidih. Dan setelah dingin saring dan minum 1 kali dalam sehari 1 gelas.

Temu Lawak Untuk Gangguan Ginjal
Bahan ramuan temu lawak untuk gangguan ginjal :
1. 1 rimpang Temulawak
2. 1 genggam daun Kumis Kucing segar
3. 1 genggam daun Meniran segar
4. Gula Aren secukupnya
5. 4 gelas air
Cara membuat ramuan temu lawak untuk gangguan ginjal  :
Setelah semua bahan-bahan tersebut difcuci, rebus hingga air tersisa separuhnya. Setelah dingin saring dan minum 3 kali dalam sehari. Untuk penambah rasa tambahkan gula Aren sesuai selera anda.

Temu Lawak Untuk Menambah Nafsu Makan
Bahan ramuan temu lawak untuk menambah nafsu makan:
1. 150 gram temu lawak
2. 50 gram kunyit
3. 500 cc madu kapuk
Cara membuat ramuan temu lawak untuk menambah nafsu makan:

150 gram temulawak dan 50 gram kunyit segar dikupas, iris tipis, rendam dalam 500 cc madu kapuk dalam toples tertutup selama 2 minggu. Setelah 2 minggu ramuan siap digunakan. Aturan minum 1 sendok makan madu temulawak dilarutkan dalam 1/2 cangkit air hangat, diminum pagi dan

Akar Manis

Akar Manis (Glycyrrhiza Glabra L)

Akar manis adalah simplisia bukan asli tanaman Indonesia. akar manis merupakan salah satu simplisia yang masih diimport, sebab belum dapat ditanam di Indonesia. Akar manis merupakan simplisia dalam famili Papilionaceae (Leguminosae). Bagian yang digunakan dari tanaman akar manis adalah akar.




Nama lain                                 : Akar manis, Liquiritae Radix 
Nama tanaman asal      : Glycyrrhiza glabra varietas typical, Glycyrrhiza glabra varietas glandulifera dan jenis Glycyrrhiza lainnya. 
Keluarga : Papilionaceae 
Zat berkhasiat utama/isi     : Glysirisin dengan kadar 5-10%, yaitu garam K dan Ca dari asam glisirizat (zat ini 50x lebih manis dari gula tebu), pati, gula, asparagin 
Persyaratan kadar                 : Kandungan zat yang larut dalam air tidak kurang dari 20% dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan di udara. 
Penggunaan                              : Antitusiv, Akar dalam bentuk serbuk sebagai pengisi / pembalut pil
Ekstrak untuk pewangi tembakau dan campuran obat batuk.
Pemerian                                   : Bau khas lemah, rasa manis 
Bagian yang digunakan           : Akar dan batang dibawah tanah 
Keterangan                               :
Waktu panen                     :  Akar-akar digali tiap 3 tahun, disisakan secukupnya agar dapat dipungut pada tahun berikutnya 

Jenis-jenisnya : Glycyrrhiza glabra varietas typical berasal dari Spanyol, Glycyrrhiza glabra varietas glandulifera berasal dari Rusia 

Penyimpanan : Dalam Wadah Tertutup 

Keterangan lain : Yang belum dikupas berwarna coklat kekuningan atau coklat tua, berkeriput memanjang kadang-kadang terdapat tunas kecil dan daun sisik yang tersusun melingkar. Resep Obat Herbal Menggunakan Akar Manis

Resep Obat Herbal Menggunakan Akar Manis
1. Pengobatan Batuk Menggunakan Akar manis
Ramuan :
   Akar Manis : 1,5 gram
   Rimpang : 8 gram
   Daun Sirih : 3 lembar
   Air : 130 ml
Cara pembuatan : Dibuat infus.
Cara pemakaian : Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore sebelum makan, tiap kali minum 100 ml.
Lama pengobatan : Diulang sampai sembuh.

2. Pengobatan Tukak Lambung Dengan Akar Manis
Ramuan :
   Akar Mani : 3 gram
   Rimpang Kunyit : 4 gram
   Air : 130 ml
Cara pembuatan : Dibuat infus atau diseduh.
Cara pemakaian : Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Tiap kali minum 100 ml.
Lama pengobatan : Diulang selama 14 hari. Bagi penderita yang tidak tahan panasnya kunyit, ramuan dapat ditambah air hingga encer, diendapkan dahulu kemudian diminum.

Pengobatan menggunakan akar manis perlu memperhatikan dosis. Takaran yang terlalu besar dan pemakaian akar manis yang terlalu lama dapat mengakibatkan hipoklamia.

Bawang Putih

Bawang Putih

Bawang putih selain digunakan sebagai rempah-rempah bumbu masak juga memiliki khasiatdalam pengobatan penyakit. Banyak penyakit yang dapat diobati dengan bawang putihBawang putih memiliki nama latin allium sativum dan merupakan tumbuhan yang hidup secara berumpun.


Nama lain                        :   Bawang Putih 
Nama tanaman asal        :   Allium sativum  
Keluarga : Liliaceae 
Zat berkhasiat utama   :  Minyak atsiri yang mengandung; dialildisulfida 60% alilpropil disulfida  6%, alliin 
Penggunaan                     :  Antikolesterol, hipertensi, penyakit jantung 
Pemerian                          :  Bau khas, rasa agak pedas 
Bagian yang digunakan  :  Umbi lapis 
Keterangan                      :
-Penyimpanan                  :  Dalam wadah tertutup baik 


1. Syarat Tumbuh Bawang Putih

a. Iklim
  • Ketinggian tempat : 600 m – 1.200 m di atas permukaan laut
  • Curah hujan tahunan : 800 mm – 2.000 mm/tahun
  • Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan – 7 bulan
  • Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 4 bulan – 6 bulan
  • Suhu udara : 150 C – 200 C
  • Kelembapan : tinggi
  • Penyinaran : sedang
b. Tanah
  • Jenis : gromosol (ultisol).
  • Tekstur : lempung berpasir (gembur)
  • Drainase : baik
  • Kedalaman air tanah : 50 cm – 150 cm dari permukaan tanah
  • Kedalaman perakaran : di atas 15 cm dari permukaan tanah
  • Kemasaman (pH) : 6 – 6,8
  • Kesuburan : tinggi

2. Pedoman Bertanam Bawang putih

a. Pegolahan Tanah
  • Buatkan selokan atau parit dengan lebar 30 cm – 40 cm, dalam 30 cm – 60 cm. Tanah galian digunakan untuk bedengan selebar 60 cm – 100 cm, panjang disesuaikan dengan kebutuhan, lalu dicangkul sedalam 15 cm – 30 cm.
  • Setelah 10 hari – 15 hari dicangkul kembali hingga membentuk gumpalan halus, kemudian diberi pupuk kandang 10 ton – 15 ton/hektar.
  • Sehari sebelum tanam, bedengan dibasahi.
b. Persiapan Bibit
  • Bibit berasal dari tanaman cukup tua (85 hari – 135 hari), sehat dan tidak cacat.
  • Bibit disimpan dalam ruangan kering sekitar 5 bulan – 8 bulan digantung pada para-para.
  • Siang untuk bibit berasal dari umbi yang beratnya 5 g – 7,5 g/umbi.
c. Penanaman
  • Buatkan lubang tanam sedalam 3 cm – 4 cm dengan tugal.
  • Tancapkan bibit dengan posisi tegak lurus, ujung siung di atas dan ¾ bagian siung tertanam dalam tanah.
  • Taburkan tanah halus dan tutup merata dengan jerami setelah 3 cm.
  • Jarak tanam 10 cm x 10 cm atau 15 cm x 10 cm
Komposisi Bawang Putih
Kandungan kimia bawang putih :
Dari umbi bawang putih per 100 gram mengandung :
  • protein sebesar 4,5 gram.
  • lemak 0,20 gram,
  • hidrat arang 23, 1 0 gram,
  • vitamin B 1 0,22 miligram,
  • vitamin C 1 5 miligram,
  • kalori 95 kalori,
  • posfor 134 miligram,
  • kalsium 42 miligrain.
  • besi 1 miligram dan
  • air 71 gram.
Di samping itu dari beberapa penelitian umbi bawang putih mengandung zat aktif awcin, awn, enzim alinase, germanium, sativine, sinistrine, selenium, scordinin, nicotinic acid.

Penyakit Yang Dapat Diobati Dengan Bawang Putih

  1. Hipertensi
    a. Bahan: 3 siung bawang putih,
    Cara membuat: bawang putih ditumbuk halus dan diperas dengan air secukupnya, Ialu disaring;
    Cara menggunakan: diminum secara teratur setiap hari.
    b. Bahan : 2 siung bawang putih;
    Cara membuat: bawang putih dipanggang dengan api;
    Cara menggunakan: dimakan setiap pagi selama 7 hari.
  2. Asma, batuk dan masuk angin
    Bahan: 3 siung bawang putih, 1 sendok makan madu dan gula batu secukupnya;
    Cara membuat: bawang putih ditumbuk halus, kemudian dioplos bersama bahan lainnya sampai merata dan diperas/disaring;
    Cara menggunakan: diminum setiap pagi sampai sembuh.
  3. Sakit kepala
    Bahan: umbi bawang putih;
    Cara membuat: umbi bawang putih ditumbuk halus;
    Cara menggunakan: untuk kompres pada dahi.
  4. Sakit kuning, sesak nafas dan busung air
    Bahan: 1 umbi bawang putih, 1 potong gula batu sebesar telur ayam
    Cara membuat : umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih dan diaduk sampai merata, dan disaring;
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 2 sendok makan, pagi dan sore.
  5. Ambeien
    Bahan : umbi bawang putih;
    Cara membuat: umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian diperas untuk diambil airnya;
    Cara menggunakan: dioleskan di sekitar dubur setiap hari.
  6. Sembelit
    Bahan: yoghurt bawang putih dan bawang merah secukupnya;
    Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus, diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur sampai merata dan disaring;
    Cara menggunakan: diminuni biasa.
  7. Luka memar karena tikaman atau pukulan
    Bahan: bawang putih dan 1 sendok madu;
    Cara membuat: bawang putih ditumbuk halus, kemudian diberi 1 sendok madu dan dicampur sampai merata;
    Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang luka.
  8. Luka kena benda tajam berkarat
    Bahan: umbi bawang putih dan minyak kelapa secukupnya;
    Cara membuat: umbi bawang putih dibakar, kemudian dicelupkan ke dalam minyak kelapa dan ditumbuk halus;
    Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang luka.
  9. Mempercepat matangnya bengkak abses
    Bahan : umbi bawang putih;
    Cara membuat: umbi bawang putih dipanasi dengan minyak cat, kemudian ditumbuk halus;
    Cara menggunakan : ditempelkan pada bagian yang bengkak.
  10. Untuk mengeluarkan serpihan kaca, kayu atau duri
    Bahan: umbi bawang putih;
    Cara membuat: umbi bawang putih ditumbuk halus;
    Cara menggunakan: ditempelkan pada baglan yang kemasukan serpihan kaca, kayu atau duri.
  11. Sengatan serangga
    Bahan: umbi bawang putih, sendowo dan garam secukupnya;
    Cara membuat: umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian dicampur dengan bahan lainnya sampai merata;
    Cara menggunakan: dioleskan ada bagian tubuh yang disengat serangga.
  12. Mengusir cacing kremi dan cacing perut
    Baban: beberapa siung bawang push;
    Cara membuat: dikupas dan dicuci bersih;
    Cara menggunakan: dimakan langsung.
  13. Sulit tidur (insomnia)
    Bahan: beberapa slung bawang putih;
    Cara membuat: dikupas dan dicuci bersih;
    Cara menggunakan: dimakan langsung sebelum tidur
Oleh masyarakat saat ini bawang putih telah diolah dengan lebih baik untuk pengobatan. Salah satunya dibuat dalam bentuk ekstrak bawang putih dan kapsul bawang putih.

Bratawali

Bratawali


Bratawali adalah tumbuhan liar dapat ditemui dihutan, kebun atau ditanam oleh masyarakat sebagai tanaman obat keluarga. Bratawali merupakan tanaman yang menyukai tempat panas, termasuk perdu, memanjat, tinggi batang sampai 2,5 m. Batang sebesar jari kelingking, berbintil-bintil rapat rasanya pahit. Daun tunggal, bertangkai, berbentuk seperti jantung atau agak budar telur berujung lancip, panjang 7 – 12 cm, lebar 5 – 10 cm. Bunga kecil, warna hijau muda, berbentuk tandan semu. Untuk pengembangbiakan bratawali dapat dilakukan dengan stek.

Nama latin                                              : Tinospora tuberculata Beumee
Nama daerah                                         : Andowali; Antawali; Putrawali; Daun gadel
Deskripsi tanaman                              : Perdu memanjat. Batang sebesar jari manis, dengan banyak mata dan kutil, tidak beraturan, pahit, tidak keras dan berair. Daun berbentuk jantung atau panah dengan tangkai panjang dan besar. Bunga berwarna hijau muda, tiga seuntai dalam lembaga dan tidak sempurna. Buah terdapat dalam tandan berwarna merah muda
Habitat                                                     : Tumbuh liar di hutan dan di ladang
Bagian tanaman yang digunakan  : Batang ; Daun
Kandungan kimia                                : Pikoretine; Alkaloida; Berberin; Columbine
Khasiat                                                     : Antipiretikum; Tonikum; Antiperiodikum; Diuretikum; Antidiabetik

Komposisi Brotowali
Bratawali memiliki komposisi kimia pada bagian batangnya sebagai berikut :

Sifat Kimia Dan Farmakologis Bratawali :

Pahit, sejuk. Menghilangkan sakit (Analgetik), penurun panas (antipiretik), melancarkan meridian.

Kandungan Kimia Bratawali

Alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid,zat pahit pikroretin, harsa, berberin dan palmatin. Akar mengandung alkaloid berberin dan kolumbin.

Manfaat Bratawali Untuk Pengobatan Herbal

  1. Resep obat tradisional bratawali untuk rheumatik

    1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas.  Setelah dingindisaring, ditambah madu secukupnya, minum.  Sehari 3 x 1/2 gelas.
  2. Resep obat tradisional bratawali untuk demam kuning (icteric)

    1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 x 3/4 gelas.
  3. Resep obat tradisional bratawali untuk demam :

    2 jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air, sampai menjadi 1 gelas.  Setelah dingin, diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2x 1/2 gelas.
  4. Resep obat tradisional bratawali untuk mengobati kencing manis

    1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 3/4 jari ± 6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum setelah makan,  sehari 2 X 1 gelas.
  5. Resep obat tradisional bratawali untuk mengatasi kudis (scabies)

    3  jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2 x.
  6. Resep obat tradisional bratawali untuk menyembuhkan luka

    Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2 x perhari.  Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang bratawali.

Bidara Upas

Bidara Upas


Bidara upas (Merremia mammosa) atau yang sering disebut dengan blanar, widara upas atau hailale dapat ditemui tumbuh liar di hutan, kadang di tanam di halaman dekat pagar sebagai tanaman obat atau karena umbinya dapat dimakan. Tumbuh dengan baik di daerah tropik dari dataran rendah sampai ketinggian 250 m dpl. Tanaman ini mungkin didatangkan dari Philippine, merupakan tanaman merayap atau membelit yang panjangnya 3-6 m, batangnya kecil bila dipegang agak licin dan warnanya agak gelap. Daun tunggal, bertangkai panjang, berbentuk jantung, tepi rata, ujung meruncing, panjang 5-12 cm, lebar 4-15 cm, warnanya hijau tua. Perbungaan berbentuk payung menggarpu berkumpul 1-4 bunga, bentuknya seperti lonceng berwarna putih, panjang 7-8 cm, dengan 4 helai kelopak. Umbi berkumpul didalam tanah, mirip ubi jalar. Bila tanahnya kering dan tidak tergenang air serta gembur, beratnya dapat mencapai 5 kg atau lebih. Warna kulit umbinya kuning kecoklatan, kulitnya tebal bergetah warna putih, bila kering warnanya menjadi coklat. Perbanyakan dengan stek batang atau menanam umbi bidara upas.


Sinonim : Batatta mammosa, Rumph.;  Convoivuius mammosa, Hall.;  lpomoea mammosa, Chois.
Familia : Convolvulaceae
Nama Lokal: Blanar, widara upas (Jawa), Hailale (Ambon)
Nama simplisia : Merremiae tubera

Uraian :
Tumbuh liar di hutan, kadang ditanam dihalaman dekat pagar sebagai tanaman obat atau karena umbinya dapat dimakan. Tumbuh dengan baik didaerah tropik dari dataran rendah sampai ketinggian 250 m dpl. Tanaman ini didatangkan dari Philippine, merupakan tanaman merayap atau membelit yang panjangnya  3- 6 m, batangnya kecil bila dipegang agak licin dan warnanya agak gelap. Daun tunggal, bertangkai panjang, berbentuk jantung, tepi rata, ujung meruncing, panjang 5-12 cm, lebar 4-15 cm, warnanya hijau tua. Perbungaan berbentuk payung menggarpu berkumpul 1-4 bunga, bentuknya seperti lonceng berwarna putih, panjang 7-8 cm, dengan 4 helai kelopak. Umbi berkumpul didalam tanah, mirip ubi jalar. Bila tanahnya kering dan tidak tergenang air serta gembur, beratnya dapat mencapai 5 kg atau lebih. Warna kulit umbinya kuning kecoklatan, kulitnya tebal bergetah warna putih, bila kering warnanya menjadi coklat. Perbanyakan dengan stek batang atau menanam umbinya.

Komposisi dan Kandungan kimia :
Damar, resin, pati, zat pahit. Getah segar mengandung zat oxydase.
Sifat Kimiawi dan efek farmakologi :
Anti radang, menghilangkan rasa sakit (analgetik), menghilangkan bengkak, pencahar (laxative), menetralkan racun (antidote), penyejuk.
Bagian yang digunakan : Umbi segar

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Demam, batuk, serak, difteri, radang tenggorok, radang paru, radang usus buntu, typhus, sembelit, muntah darah, kanker, kencing manis, keracunan, gigitan ular, kusta, syphilis. 

Cara Penggunaan:
§         Batuk
100 gr umbi segar dicuci lalu diparut, tambahkan sirup gula batu secukupnya, diaduk sampai merata lalu diperas dan disaring.  Diminum.
§         Difteri
Umbi segar secukupnya, dicuci lalu diparut, peras dengan sepotong kain sampai terkumpul 1 gelas kecil,  dipakai untuk kumur-kumur ditenggorokan selama 23 menit lalu ditelan.
§         Kanker/kusta
¾ jari umbi segar, dicuci lalu diparut, tambahkan 4 sdm air matang dan 2 sdm madu. Diaduk merata lalu diperas dengan sepotong kain, dibagi untuk 3 x minum yang habis dalam sehari.
§         Kencing manis
10 gr umbi segar dicuci bersih lalu diparut, peras dengan sepotong kain. Minum setiap pagi ½ jam sebelum makan.